Dosa Yang Terus Mengalir Walaupun Orangnya Telah Meninggal Dunia

2 Comments Friday, January 17, 2020
Dosa Yang Terus Mengalir Walaupun Orangnya Telah Meninggal Dunia - Dalam pandangannya Allah memberikan kita kesempatan bagi umatnya untuk berbuat baik, terutama melakukan sedekah jariyah yang bisa memberikan kita pahala meskipun kita wafat dan juga hingga hari kiamat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim no. 1631)

Namun di sisi lain Allah juga dapat menentukan dosa-dosa yang sifatnya jariyah, sehingga apabila orang tersebut sudah wafat maka dia akan terus mendapatkan dosa atas apa yang pernah ia perbuat meskipun dia sudah berhenti maksiat.

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ
“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12)

Dari ayat di atas tentunya kita sudah paham, bahwa Allah tidak hanya mencatat dosa atas maksiat yang telah dilakukan oleh hambanya, tapi Allah juga mencatat dosa atas dampak atau pengaruh dari perbuatan maksiat tersebut.

Betapa menyedihkannya orang-orang yang termasuk golongan tersebut, di saat mereka berada di alam kubur yang membutuhkan amalan pahala akan tetapi dia malah mendapatkan siksaan akibat mendapatkan dosa yang terus mengalir tiada henti.

Perbuatan Dosa Jariyah Yang Terus Mengalir Walaupun Tekah Meninggal Dan Berlaku Sampai Hari Kiamat

Dosa Yang Terus Mengalir Walaupun Orangnya Telah Meninggal Dunia

1. Pelopor Atas Perbuatan Maksiat

Pelopor maksiat adalah seseorang yang melakukan perbuatan maksiat di depan orang lain atau di tempat umum, dan akhirnya banyak yang mengikuti perbuatan tersebut meskipun dia tidak menyuruh orang lain untuk mengikuti perbuatan maksiatnya.

Dalam hadits dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء
“Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Orang ini sama sekali tidak berniat mengajak lingkungan sekitarnya untuk melakukan perbuatan maksiat yang sama, dan orang ini pula tidak juga memotivasi orang lain untuk melakukan perbuatan dosa seperti yang dia lakukan.
Akan tetapi atas perbuatan orang ini yang telah dilakukan di hadapan banyak orang sehingga diantaranya ada yang ingin menirunya ataupun menyebarkannya.

Dalam kasus ini, contohnya ialah anak adam (Qabil) yang pertama kali membunuh saudaranya, maka dia akan terus dilimpahi pertanggungjawaban atas kedzaliman dalam semua kasus pembunuhan yang ada di dunia ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تُقْتَلُ نَفْسٌ ظُلْمًا إِلَّا كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا
“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari 3157, Muslim 4473 dan yang lainnya).

Contoh lainnya ialah orang membuat situs konten dewasa, sehingga akibat dari konten tersebut dapat memancing nafsu syahwat penontonnya untuk melakukan perbuatan onani, pemerkosaan dan pelecehan seksual lainnya. Maka atas perbuatannya tersebut dia akan terus mendapat dosa dari para pengikutnya.

Selain itu juga dosa jariyah juga bisa bersumber dari para wanita yang sering memamerkan aurat mereka di khalayak umum, seperti di mall, pasar, ataupun di jejaring media sosial internet.

Sama halnya dengan orang yang pertama kali membuat desain rok mini, pakaian ketat, pakaian transparan ataupun pakaian lainnya yang membuka aurat, lalu dia menyebarkannya ke internet dan juga media-media lainnya, maka dia juga memperoleh dosa jariyah.
Baca juga:

2. Mengajak Berbuat Maksiat Dan Kesesatan

Golongan orang-orang ini melakukan propaganda dengan mengajak orang lain untuk melakukan perbuatan maksiat. Maka orang yang seperti ini akan mendapatkan dosa dari para pengikutnya meskipun dia sendiri tidak melakukan maksiat itu.

Dalam firmannya, Allah menceritakan bahwa kelak keadaan orang kafir di akhirat, mereka menanggung dosa kekufurannya, ditambah dosa-dosa dari setiap orang yang mereka sesatkan.

لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ
Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). (QS. an-Nahl: 25)

Ayat ini, semakna dengan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا
“Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, dan yang lainnya).

Kita pasti tidak bisa membayangkan sebesar apa dosa-dosa orang yang telah mengajarkan propaganda kesesatan seperti mengedarkan Narkoba, LGBT, membuat sekte aliran sesat, mengajak untuk berbuat kesyirikan dan bid'ah, memusuhi para ulama dan orang yang beriman.

Golongan orang-orang tersebut ialah yang akan menanggung beban dosa jariyah paling banyak, termasuk juga dengan orang-orang yang telah mengiklankan, memfasilitasi dan juga memotivasi untuk berbuat maksiat, meskipun dia sendiri tidak ikut serta berbuat maksiat.

Semoga Allah selalu mengingatkan kita untuk berada di jalan yang benar agar senantiasa terhindar dari perbuatan maksiat yang dapat mendapat dosa jariyah.

2 comments:

  1. Semoga Allah terus melindungi kita dari perbuatan yang keji dan munkar..

    ReplyDelete