Meskipun Kita Telah Meninggal, Amalan Pahala Ini Akan Terus Mengalir

No Comment Thursday, January 16, 2020
Meskipun Kita Telah Meninggal, Amalan Pahala Ini Akan Terus Mengalir - Setelah kita wafat maka terputuslah semua amalan dan semua perkara kita yang ada berhubungan dengan duniawi. Akan tetapi walaupun kita sudah meninggal dunia ternyata kita masih terhubung dengan urusan yang di dunia, seperti yang sudah dijelaskan dalam hadits ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, no. 1631)

Amalan Pahala Ini Akan Terus Mengalir Hingga Sampai Datangnya Hari Kiamat

Meskipun Kita Telah Meninggal, Amalan Pahala Ini Akan Terus Mengalir

A. Hadits Pertama

سَبْعٌ يَجْرِيْ لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا ، أَوْ أَجْرَى نَهْرًا ، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا ، أَوَ غَرَسَ نَخْلًا ، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا ، أَوْ وَرَثَ مُصْحَفًا ، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ
“Ada tujuh amalan yang pahalanya tetap mengalir untuk seorang hamba setelah dia meninggal, padahal dia berada di dalam kuburnya: (1) orang yang mengajarkan ilmu agama, (2) orang yang mengalirkan sungai (yang mati) (3) orang yang membuat sumur, (4) orang yang menanam kurma, (5) orang yang membangun masjid, (6) orang yang memberi mushaf al-Quran, dan (7) orang yang meninggalkan seorang anak yang senantiasa memohonkan ampun untuknya setelah dia wafat.” (HR. al-Bazzar dalam Musnadnya 7289, al-Baihaqi dalam Syuabul Iman 3449, dan yang lainnya. Al-Albani menilai hadis ini hasan).

1. Orang Yang Berbagi Ilmu

Amalan pertama pertama yang tidak ada putusnya ialah ilmu bermanfaat yang kita ajarkan pada orang lain. Contohnya yaitu para Ulama dan Ustadz yang senantiasa mengamalkan kebaikan kepada semua muridnya untuk mengenal lebih dekat dengan agama dan Rabbnya, mengajarkan mana yang halal dan haram, memberitahu mana jalan yang lurus dan sesat.

Selain itu ilmu yang bermanfaat disini bukan hanya ilmu syariah saja, melainkan juga termasuk ilmu yang bersifat umum. Contohnya saja Dokter atau Ilmuwan yang menemukan obat untuk menyembuhkan sebuah penyakit, Penulis buku tentang semua ilmu pengetahuan.
Baca juga:

2. Mengalirkan Sungai Yang Mati

Ternyata mengalirkan air sungai yang mati karena telah buntu atau tersumbat maka kita akan terus mendapatkan pahala selama sungai itu bermanfaat bagi orang banyak, karena air merupakan sebuah sumber kehidupan bagi semua mahkluk hidup di bumi dan menjadi sebuah kebutuhan pokok sehari-hari.

3. Membuat Sumur Wakaf

Sama seperti Mengalirkan Sungai Yang Mati, membangun sebuah sumur yang diwakafkan maka itu akan memberikan kita pahala yang tiada habisnya selama sumur itu masih memancarkan mata air dan dimanfaatkan oleh banyak orang.

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنْ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ بِي فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلَأَ خُفَّهُ مَاءً فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ أَجْرًا فَقَالَ نَعَمْ فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

Suatu ketika ada seorang lelaki yang menahan dahaga yang teramat berat berjalan di jalan, lalu dia menemukan sumur. Dia turun ke sumur itu lalu meminum kemudian keluar. Sekonyong-konyong dia mendapati seekor anjing terengah menjulurkan lidahnya menjilat tanah karena saking hausnya.

(Melihat pemandangan ini,) lelaki itu mengatakan, ‘Anjing ini telah dahaga yang sama dengan yang aku rasakan.’ Lalu dia turun ke sumur itu dan memenuhi sepatunya dengan air lalu diminumkan ke anjing tersebut.

Maka (dengan perbuatannya itu) Allâh Azza wa Jalla bersyukur untuknya dan memberikan maghfirah (ampunan)-Nya.

Para shahabat bertanya, “Apakah kita bisa mendapatkan pahala dalam (pemeliharaan) binatang ?” Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya, pada setiap nyawa itu ada pahala.” (HR. Bukhari, no. 2466 dan Muslim, no. 2244)

Ini pahala yang didapatkan oleh orang yang memberikan minum, lalu bagaimana dengan orang yang menggali sumur yang dengan keberadaannya akan tercukupi kebutuhan minum banyak orang dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.

4. Menanam Pohon Kurma

Seperti yang kita ketahui, Kurma adalah pohon yang paling utama dan memiliki banyak sekali manfaat bagi manusia. Dalam hadits di atas juga telah disebutkan bahwa menanam pohon kurma adalah yang paling utama, sebab pohon ini memiliki banyak keistimewaan yang tidak dimiliki oleh pohon lainnya.

Barangsiapa yang menanam kurma lalu membagikan buahnya kepada kaum muslimin, maka pahalanya akan ia dapatkan dari setiap butir kurma yang dimakan. Dan termasuk juga untuk setiap orang ataupun hewan bisa memperoleh manfaat dari buah kurma.

Tidak berbeda dengan orang yang menanam pohon lainnya yang bisa membawa bermanfaat, baik itu bermanfaat dari hasil buahnya atau bermanfaat karena dapat dipakai orang lain untuk berteduh ataupun manfaat lainnya. Maka tentu saja orang yang menanamnya akan memperoleh pahala.

5. Membangun Masjid

Masjid merupakan sebuah tempat mulia yang paling dicintai Allah, karena di tempat inilah para hamba Allah mengagungkan dan meninggikan nama Allah, tempat untuk menegakkan syariat agama, tempat untuk bertasbih dan berdzikir, membaca dan mengamalkan Al-Quran dan maslahat lainnya.

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَ ضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ يَقُوْلُ مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ
Dari Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu, beliau mengatakan, “Aku pernah mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang membangun masjid untuk mencari wajah Allâh Azza wa Jalla, maka Allâh Azza wa Jalla akan membangunkannya rumah yang sama di surga. (HR. Bukhari, no. 450 dan Muslim, no. 533)

Dengan demikian maka Allah akan memberikan pahala atas segala aktifitas kebaikan yang ada di dalam masjid kepada orang yang telah membangunnya.

6. Mewariskan Mushaf Al-Quran

Amalan lainnya ialah dengan mewariskan mushaf dan Al-Quran. Sebab dengan memfasilitasi orang lain untuk membaca dan mengamalkan Al-Quran maka kita juga akan terus mendapatkan pahala pada setiap huruf yang dibaca olehnya.

7. Anak Yang Sholeh

Semua orang tua yang telah mendidik anaknya dengan baik, maka dia akan memperoleh pahala dari amal soleh yang dilakukan oleh anak-anaknya. Karena ada sebuah hadits yang meriwayatkan bahwa "setiap orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain, dia akan mendapatkan pahala selama orang itu mengamalkan ilmunya". Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا
Siapa yang mengajak ke jalan petunjuk, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya siapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia mendapat dosa seperti dosa orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HR. Muslim 2674).

B. Hadits Kedua
Kemudian hadits kedua, hadis  dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ ، وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ ، وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ ، أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ ، أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ ، أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ ، أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ
Diantara pahala amal mukmin yang akan tetap mengalir setelah kematiannya adalah ilmu yang dia sebarkan, anak soleh yang dia tinggalkan, mushaf yang dia wariskan, masjid yang dia bangun, rumah untuk Ibnu Sabil (orang yang di perjalanan), atau sungai yang dia alirkan, sedekah hartanya yang dia keluarkan ketika masih sehat dan kuat, yang masih dimanfaatkan setelah dia meninggal. (HR. Ibnu Majah 249 dan dihasankan al-Albani)

8. Membangun Rumah Ibnu Sabil

Membangun rumah yang diwakafkan untuk kepentingan umat Islam, baik itu untuk musafir, orang yang sedang menuntut ilmu, anak-anak yatim, ataupun untuk para janda, dan fakir miskin merupakan sebuah keutamaan dalam beramal jariyah.

9.Menjaga Perbatasan

Selain sedekah jariyah dengan harta benda, kita juga dapat memperoleh amal pahala jariyah menggunakan tenaga kita dengan berjihad di jalan Allah, seperti menjaga perbatasan, menghadang musuh dan melindungi kaum muslimin.

Dari Salman al-Farisi radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتَّانَ
“Berjaga di daerah perbatasan sehari semalam, lebih baik dari pada puasa dan tahajud selama satu bulan. Apabila ia wafat dalam perang tersebut, pahala dari amalnya ini tetap mengalir, demikian juga rezekinya, dan dia aman dari fitnah.” (HR. Muslim 5047).

Setelah kita mengetahui hal tersebut maka tentunya kita akan termotivasi untuk melakukan amalan apa saja yang bisa dikerjakan selama kita masih diberi kesempatan dalam menjalani kehidupan ini untuk berbuat kebaikan, terutama amal jariyah yang pahalanya tidak ada putusnya.

Referensi:
14 Januari 2020 https://konsultasisyariah.com/26263-amalan-yang-pahalanya-terus-mengalir-setelah-kematian.html
16 Januari 2020 https://almanhaj.or.id/3820-amalan-yang-tetap-menghasilkan-pahala.html

Comments