Pengertian Rotasi Bumi Dan Revolusi Bumi Beserta Akibatnya

No Comment Monday, November 23, 2020
Pengertian Rotasi Bumi Dan Revolusi Bumi Beserta Akibatnya - Pernahkah kalian menyadari bagaimana fenomena siang dan malam dapat terjadi? atau bagaimana proses terjadinya perubahan musim? serta kenapa posisi bintang di langit dapat berpindah-pindah?.

Ternyata semua fenomena tersebut ialah akibat dari rotasi bumi dan revolusi bumi, sehingga semuanya dapat dijelaskan secara ilmiah dan logis berdasarkan dengan fakta yang ada.

Pengertian Rotasi Bumi Dan Revolusi Bumi Beserta Akibatnya Bagi Lingkungan Dan Kehidupan Di Bumi


1. Pengertian Dan Akibat Rotasi Bumi

Pengertian Rotasi Bumi Dan Akibatnya
Contoh gambar proses rotasi bumi | Giphy @waywardteacup

Pengertian Rotasi Bumi

Rotasi bumi adalah perputaran planet bumi pada sumbunya atau porosnya dari barat ke timur. Lamanya proses satu kali putaran atau rotasi bumi memerlukan waktu selama 23 jam 56 menit 4 detik (dibulatkan menjadi 24 jam), proses ini biasa disebut dengan nama kala rotasi bumi atau satu hari.

Walaupun bumi terus berputar pada porosnya kita tidak dapat merasakan getaran akibat dari rotasi bumi karena adanya gravitasi bumi. Gravitasi bumi adalah sebuah gaya tarik bumi untuk menarik semua benda ke arah pusat gravitasi bumi, sehingga hal inilah yang menyebabkan kita tidak akan terlempar keluar dari bumi.

Dampak Atau Akibat Rotasi Bumi Adalah

1. Terjadinya Siang Dan Malam
Dampak rotasi bumi mengakibatkan terjadinya siang dan malam. Hal ini disebabkan oleh dua bagian bumi yang dimana sebagian bumi terpapar sinar matahari dan sebagian bumi lainnya membelakangi matahari sehingga menjadi gelap.

Pada bagian bumi yang terkena sinar matahari akan mengalami waktu siang, sedangkan bagian bumi yang membelakangi matahari akan mengalami waktu malam.

2. Pembagian Zona Waktu
Dampak rotasi bumi juga menyebabkan terjadinya perbedaan waktu pada setiap wilayah yang ada di bumi, sehingga dibuatlah pembagian zona waktu sebanyak 24 wilayah (sesuai kala rotasi 24 jam) sebagai penandanya.

Pusat waktu dunia dibuat berdasarkan patokan Greenwich Mean Time (GMT) berada di London, Inggris (GMT +0) dengan garis bujur 0°. Pada setiap wilayah yang selisih bujur 15° maka akan berbeda 1 jam.

Contoh pembagian zona waktu di Indonesia beserta perbandingannya:
  • Waktu Indonesia Barat atau WIB (GMT +7) - apabila di London jam 12 malam maka di Jakarta adalah jam 7 pagi.
  • Waktu Indonesia Tengah atau WITA (GMT +8) - jika di Jakarta jam 7 pagi maka di Nusa Tenggara Barat adalah jam 8 pagi.
  • Waktu Indonesia Timur atau WIT (GMT +9) - kalau di London jam 12 malam maka di Jayapura adalah jam 9 pagi.

Keterangan:
  • (GMT +) adalah wilayah dengan zona waktu yang memiliki perbedaan waktu lebih cepat atau maju dari pusat GMT London. Contohnya yaitu seperti Islamabad (GMT +5), Kuala Lumpur (GMT +8) dan Tokyo (GMT +9).
  • (GMT -) merupakan wilayah dengan zona waktu yang memiliki perbedaan waktu lebih lambat atau mundur dari pusat GMT London. Contohnya seperti Vancouver (GMT -8), New York (GMT -5) dan Rio De Janeiro (GMT -2).

3. Gerak Semu Harian Pada Matahari
Mungkin sebagian orang yang belum mengetahui akibat rotasi bumi maka akan mengira kalau matahari adalah benda langit yang mengelilingi bumi.

Namun faktanya justru planet bumi yang mengelilingi matahari. Hal ini disebabkan oleh rotasi bumi yang berputar ke arah timur, sehingga terjadilah fenomena matahari terbit dari timur saat fajar (pagi) dan matahari tenggelam di barat saat senja (malam), dan hal itu disebut dengan gerak semu harian matahari.

4. Terjadinya Pembelokan Arah Angin
Salah satu akibat rotasi bumi adalah terjadinya pembelokan arah angin. Angin merupakan udara yang bergerak, selain itu tingkat tekanan dan massa pada angin akan mempengaruhi kecepatan angin tersebut.

Namun di sisi lain karena bumi yang terus berotasi akan menimbulkan pembelokan arah angin, sehingga akan terjadilah perubahan arah angin pada setiap wilayah di bumi.

5. Perbedaan Ketebalan Atmosfer
Atmosfer merupakan lapisan bumi yang berupa gas dengan tingkat kerapatan dan kepadatan gas yang berbeda-beda, salah satu faktor yang mempengaruhi ketebalan atmosfer ialah akibat dari rotasi bumi. Lapisan atmosfer tersebut menyelimuti seluruh permukaan di bagian atas bumi.

Akibat Rotasi Bumi Lainnya
6. Perubahan aliran air laut.
7. Perbedaan percepatan gravitasi bumi.
8. Pergerakan bintang.
9. Berfungsinya satelit.
10. Mengalami efek jetlag ketika naik pesawat.

2. Pengertian Dan Akibat Revolusi Bumi

Pengertian Revolusi Bumi Dan Akibatnya
Contoh gambar proses revolusi bumi | Giphy @waywardteacup

Pengertian Revolusi Bumi

Revolusi bumi adalah peredaran planet bumi mengelilingi matahari. Lamanya bumi mengelilingi membutuhkan waktu sekitar 345¼ hari, proses ini dikenal dengan sebutan kala revolusi bumi atau satu tahun.

Revolusi bumi dapat terjadi akibat dari adanya gaya gravitasi bumi dan gravitasi matahari, karena gaya gravitasi matahari itulah bumi terus beredar mengelilingi matahari.

Sepanjang bumi terus mengelilingi matahari melalui garis edarnya, posisi bumi untuk berotasi mengalami kemiringan yang membentuk sudut 23,5° terhadap matahari. Sudut ini diukur berdasarkan dari garis khatulistiwa yang membelah kutub utara dan kutub selatan.

Dampak Atau Akibat Revolusi Bumi Adalah

1. Gerak Semu Tahunan Matahari
Akibat revolusi bumi adalah adanya gerak semu tahunan matahari. Fenomena ini akan mengakibatkan posisi matahari akan berpindah ke arah bumi selatan yang terjadi pada waktu (21 Juni - 22 Desember), sedangkan pada saat (22 Desember - 21 Juni) akan mengakitbatkan perpindahan posisi matahari ke arah bumi utara.

2. Perubahan Musim Tahunan
Akibat revolusi bumi menyebabkan terjadinya perubahan musim di bagian bumi yang terjadi pada setiap tahun. Berikut ini adalah perubahan musim di bumi yang disebabkan oleh revolusi bumi:

Bagian Bumi Utara (Kutub Utara)
  • Musim semi (21 Maret - 21 Juni)
  • Musim panas (21 Juni - 23 September)
  • Musim gugur (23 September - 22 Desember)
  • Musim dingin (22 Desember - 21 Maret)

Bagian Bumi Selatan (Kutub Selatan)
  • Musim gugur (21 Maret - 21 Juni)
  • Musim dingin (21 Juni - 23 September)
  • Musim semi (23 September - 22 Desember)
  • Musim panas (22 Desember - 21 Maret)

3. Perbedaan Lamanya Waktu Siang Dan Malam
Apabila rotasi mengakibatkan terjadinya perbedaan waktu di beberapa bagian bumi, maka dampak revolusi bumi yaitu menyebabkan terjadinya perbedaan lamanya waktu antara siang dan malam di belahan bumi kutub utara dan kutub selatan yang terjadi pada setiap tahunnya.

21 Maret - 21 Juni
  • Pada tanggal 21 Juni posisi matahari berada di utara, lebih tepatnya berada di garis 23,5° Lintang Utara.
  • Belahan bumi di kutub utara mengalami musim semi serta waktu siang yang lebih panjang dibanding malam hari.
  • Belahan bumi di bagian kutub selatan mengalami musim gugur serta waktu malam lebih lama daripada siang hari.

21 Juni - 23 September
  • Pada tanggal 23 Desember posisi matahari berada di garis khatulistiwa, sehingga bagian bumi kutub utara dan selatan mendapatkan waktu sinar matahari yang sama.
  • Belahan bumi kutub utara dan selatan mengalami waktu siang dan malam yang sama panjangnya.
  • Kutub utara mengalami musim panas dan kutub selatan mengalami musim dingin.

23 September - 22 Desember
  • Pada tanggal 22 Desember posisi matahari berada di selatan, lebih tepatnya berada di garis 23,5° Lintang Selatan.
  • Belahan bumi di bagian kutub utara mengalami musim gugur dan waktu siang yang lebih pendek daripada waktu malam.
  • Belahan bumi di kutub selatan mengalami musim semi dan waktu malam lebih singkat dibanding waktu siang.

22 Desember - 21 Maret
  • Pada tanggal 21 Maret posisi matahari berada di garis khatulistiwa, sehingga bagian bumi kutub utara dan selatan mendapatkan waktu sinar matahari yang sama.
  • Belahan bumi kutub utara dan selatan mengalami waktu siang dan malam yang sama panjangnya.
  • Kutub utara sedang musim dingin, sedangkan kutub selatan sedang musim panas.

4. Perubahan Rasi Bintang
Rasi bintang ialah kumpulan bintang-bintang di angkasa yang membentuk pola tertentu di langit, beberapa contoh bentuk rasi bintang yang familiar ialah scorpio, gemini, leo, cancer dan sebagainya. Bentuk rasi bintang ini juga dapat berubah-ubah akibat revolusi bumi.

Manfaat Dari Akibat Rotasi Dan Revolusi Bumi Terhadap Kehidupan Di Bumi

1. Adanya Kehidupan Di Bumi
Pernahkah kalian berpikir apa jadinya apabila bumi tidak berotasi dan berevolusi? jika begitu maka mungkin saja tidak akan ada kehidupan di bumi.

Kenapa bisa begitu? karena mahkluk hidup tidak akan bisa bertahan hidup di waktu malam atau siang hari sepanjang waktu. Jika bagian bumi mengalami waktu siang sepanjang waktu maka wilayah tersebut akan menjadi panas dan mengalami kekeringan, namun jika bagian bumi mengalami malam selamanya maka suhu di wilayah tersebut menjadi sangat dingin dan mungkin akan mengalami pembekuan.

Sehingga hal demikian tidak memungkinkan lagi adanya tanda-tanda kehidupan di bumi, karena sumber makanan seperti tumbuhan tidak dapat tumbuh secara optimal.

2. Penetapan Jadwal Sholat
Tahukah kalian bahwa umat muslim membaca posisi matahari dan bayangan pada suatu benda untuk dijadikan sebagai patokan untuk menentukan waktu pelaksanaan sholat 5 waktu dalam kesehariannya. Hal ini sudah dilakukan sejak zaman Nabi Muhammad Rasulallah Saw.

Selain sebagai penetapan jadwal sholat, gerak semu harian matahari yang diakibatkan dari rotasi bumi juga dimanfaatkan untuk pembagian waktu dalam kehidupan sehari-hari. Seperti bekerja, istirahat, serta melakukan kegiatan lainnya.

3. Penanggalan Kalender Masehi
Penggunaan kalender masehi ditetapkan berdasarkan oleh kala revolusi bumi, sehingga 1 kali putaran bumi mengelilingi matahari, maka dalam kalender masehi akan dihitung menjadi 1 tahun.

Demikianlah informasi singkat mengenai Pengertian Rotasi Bumi Dan Revolusi Bumi Beserta Akibatnya yang dapat saya sampaikan, semoga artikel ini bermanfaat.

Comments