Langkah Cerdas Anies Untuk Turunkan Angka Kemiskinan Warga DKI Jakarta

No Comment Thursday, March 05, 2020
Langkah Cerdas Anies Untuk Turunkan Angka Kemiskinan Warga DKI Jakarta
Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) | Yogi - detik.com
Jakarta - Langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai bahwa untuk menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan warga Jakarta bukan dengan cara memberikan bantuan. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan meningkatkan produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.

"Pendekatan yang ingin kita dorong di Jakarta di dalam membereskan masalah ketimpangan dan kemiskinan bukan dengan semata-mata subsidi-subsidi, tapi justru dengan membawa mereka ke pasar," kata Anies di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2020).

Anies mengatakan Pemrov DKI memiliki program Jakpreneur untuk menciptakan wirausaha baru. Ia mengatakan telah 111 ribu pengusaha yang terlibat program ini dalam dua tahun terakhir.

"Dengan cara itu kita bisa menanggulangi masalah kemiskinan dan ketimpangan, itu bukan dengan pemerintah memberikan bantuan tapi dengan pemerintah membawa ke pasar. Begitu mereka ke dalam pasar, maka bila pasarnya tumbuh mereka juga ikut merasakan pertumbuhan," kata Anies Baswedan.

Lebih dari itu, Anies juga menambahkan, angka kemiskinan di Jakarta pada tahun 2019 merupakan angka yang terendah dalam 5 tahun terakhir. Ia optimistis tingkat kemiskinan di ibu kota akan terus menurunkan dengan cara tersebut.

"Dan alhamdulillah tahun 2019 kemarin angka kemiskinan kita ini terendah 5 tahun. Dan terendah di seluruh Indonesia. Kita turun dari angka 3,42 kita berharap nanti akan turun lagi dan angka ini sudah sangat rendah. Kita berharap dengan adanya kegiatan ekonomi yang meningkat angka kemiskinan turun," tuturnya.

Sumber:
Anies: Bereskan Kemiskinan Bukan dengan Beri Bantuan! - https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4926229/anies-bereskan-kemiskinan-bukan-dengan-beri-bantuan?tag_from=wp_beritautama&_ga=2.47205474.436277798.1583235622-165467058.1582618702

Baca juga:

Kalau menurut saya hal itu dirasa memang sangat tepat sekali, karena jika masyarakat hanya diberikan subsidi atau bantuan saja tanpa adanya ikut campur dalam pengelolaan pasar maka bantuan tersebut tidak dapat dimanfaatkan sepenuhnya.

Berbeda lagi jika kita sendiri yang berada di dalam lingkaran ekonomi, maka kita sendirilah yang menentukan dan menggerakkan arah mana pengelolaan perekonomian tersebut.

Lalu bagaimana menurut pendapat kalian tentang langkah yang diambil oleh DKI Jakarta tersebut?

Comments