Macam Macam Contoh Kata Penghubung (Konjungsi) Bahasa Indonesia

No Comment Wednesday, March 10, 2021
Macam Macam Contoh Kata Penghubung (Konjungsi) Bahasa Indonesia - Apakah di antara kalian pernah mendengar istilah konjungsi atau kata penghubung? Apa saja jenis-jenis konjungsi dalam bahasa indonesia? Lalu apa saja fungsi dari kata penghubung tersebut dalam struktur dan unsur bahasa indonesia? Jika kalian belum mengetahuinya, silahkan simak ringkasan berikut untuk mempelajarinya secara keseluruhan.

Pengertian Macam Macam Konjungsi Dan Contoh Kata Penghubung (Konjungsi) Dalam Bahasa Indonesia Lengkap Beserta Penjelasannya

Macam Macam Contoh Kata Penghubung (Konjungsi) Bahasa Indonesia
Belajar memahami kata penghubung bahasa indonesia

Pengertian Kata Penghubung (Konjungsi)

Kata penghubung adalah sebuah kata sambung atau yang biasa disebut dengan nama konjungsi. Kata penghubung merupakan suatu kata yang dipakai untuk menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat. Contoh: dan, atau, serta.

Fungsi Konjungsi

  1. Menghubungkan kata dengan kata.
  2. Menghubungkan frasa dengan frasa.
  3. Menghubungkan klausa dengan klausa.
  4. Menghubungkan kalimat dengan kalimat.
  5. Menghubungkan paragraf dengan paragraf. Hal ini disebut sebagai transisi.

Baca juga:

Jenis Jenis Kata Penghubung (Konjungsi)

1. Konjungsi Intra Kalimat

Konjungsi intra kalimat ialah sebuah kata sambung yang menghubungkan klausa induk dengan klausa anak. Dan biasanya kata penghubung ini berada di tengah-tengah kalimat. Selain itu konjungsi intra kalimat juga dibagi menjadi 2 kategori:

a. Konjungsi Koordinatif
Sebuah kata penghubung yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang mempunyai kedudukan sederajat. Misal: atau, dan, kemudian, lalu, melainkan, padahal, sedangkan, tetapi.

Contoh kalimat konjungsi korelatif:
  1. Dia dan temannya dalam perjalanan menuju kemari.
  2. Doni suka buah apel, sedangkan Rio suka buah jeruk.
  3. Veli belum bisa membaca, padahal dia sudah kelas 4 SD.
  4. Dia merupakan anak dari orang yang terpandang, tetapi tingkah lakunya sangat tidak sopan.
  5. Kamu mau makan bakso atau soto?

b. Konjungsi Subordinatif
Sebuah kata penghubung yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang mempunyai kedudukan tidak sederajat. Adapun jenis-jenis kata penghubung subordinatif yang telah dibagi menjadi beberapa bagian seperti berikut:
  • Hubungan waktu: ketika, saat, sambil, sampai, sebelum, sehabis, sejak, selagi, selama, selesai, semenjak, sementara, sesudah, seraya, tatkala.
  • Hubungan syarat: asal, asalkan, bila, jika, jikalau, kalau, manakala.
  • Hubungan pengandaian: andaikan, seandainya, sekiranya, seumpamanya.
  • Hubungan tujuan: agar, biar, supaya, untuk.
  • Hubungan konsesif: biarpun, meskipun, kendatipun, sekalipun, walau, walaupun.
  • Hubungan pemiripan: bagai, bagaikan, layaknya, seakan-akan, sebagai, sebagaimana, seperti, seolah-olah.
  • Hubungan penyebab: karena, oleh karena, sebab.
  • Hubungan pengakibatan: karenanya, maka, makanya, sampai, sampai-sampai, sehingga.
  • Hubungan penjelasan: bahwa.
  • Hubungan cara: dengan, melalui.

Contoh kalimat konjungsi subordinatif:
  1. Saya akan datang kemari setelah semua pekerjaan saya selesai.
  2. Aku akan selalu menjadi temanmu asalkan kau tidak akan mengkhianatiku.
  3. Fania selalu rajin belajar untuk lulus ujian seleksi di universitas favoritnya.
  4. Hatinya sangat baik bagaikan malaikat.
  5. Dia sangat memahami sifatnya Rani bahwa dia sangat rendah hati.

2. Konjungsi Antar Kalimat

Konjungsi antarkalimat adalah sebuah kata penghubung yang digunakan untuk menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya. Selain itu penggunaan konjungsi antar kalimat dapat menyatakan makna yang berbeda-beda. Kata penghubung ini biasanya terletak di awal kalimat atau berada setelah tanda titik, tanda seru, ataupun tanda tanya.

a. Biarpun begitu, biarpun demikian, meskipun begitu, meskipun demikian, sekalipun begitu, sekalipun demikian, walaupun begitu, walaupun demikian.
Makna: menyatakan mengenai kesediaan dalam melakukan sesuatu yang berbeda atau bertentangan dengan yang telah dinyatakan pada kalimat sebelumnya.

b. Kemudian, selanjutnya, setelah itu, sesudah itu.
Makna: menyatakan kelanjutan dari sebuah peristiwa atau keadaan yang telah diterangkan terhadap kalimat sebelumnya.

c. Di samping itu, lagi pula, selain itu, tambahan pula.
Makna: menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain yang telah terjadi di luar dari sesuatu yang telah dinyatakan sebelumnya.

d. Sebaliknya.
Makna: mengacu pada kebalikan dari yang dinyatakan pada kalimat sebelumnya.

e. Sesungguhnya, bahwasanya.
Makna: menyatakan sebuah keadaan yang sebenarnya.

f. Bahkan, malah, malahan.
Makna: menguatkan suatu keadaan yang telah dinyatakan pada kalimat sebelumnya.

g. Akan tetapi, kecuali itu, namun, tetapi.
Makna: menyatakan keadaan pertentangan dengan keadaan sebelumnya.

h. Dengan demikian.
Makna: menyatakan sebuah konsekuensi.

i. Oleh sebab itu, oleh karena itu.
Makna: menyatakan sebuah akibat.

j. Sebelum itu.
Makna: menyatakan kejadian yang mendahului terhadap suatu hal yang telah dinyatakan sebelumnya.

Contoh penggunaan kata penghubung antar kalimat:
  1. Roni adalah anak yang pandai dan juga sangat kreatif. Akan tetapi dia mempunyai sifat yang malas dalam mengerjakan sesuatu.
  2. Pelatih kami selalu mengingatkan kita untuk mengutamakan kerja sama dalam bermain voli. Dengan demikian maka peluang untuk meraih kemenangan dapat digapai lebih mudah.
  3. Banyak sekali orang-orang yang bekerja keras di luar sana hanya untuk mengejar kebahagian duniawi saja. Bahkan mereka juga sampai rela melakukan apapun untuk mendapatkan hal tersebut dan sehingga mereka lupa bahwa harta di dunia tidak akan dibawa mati.

Macam Macam Contoh Kata Penghubung (Konjungsi) Berdasarkan Fungsinya

1. Contoh Kata Penghubung Gabungan (Konjungsi Aditif)

Konjungsi aditif merupakan kata penghubung yang berfungsi untuk menggabungkan dua kata, frasa, klausa, kalimat yang memiliki kedudukan sederajat. Contoh: dan, lagi, lagipula, serta.
Misal:
  • Kakak sedang belajar dan adik sedang bermain.
  • Rumah Pak Jamal dijual beserta seisinya.

2. Contoh Kata Penghubung Pertentangan

Konjungsi yang menghubungkan dua kata, kalimat, ataupun klausa sederajat yang dipakai untuk mempertentangkan kedua bagian tersebut. Biasanya bagian kedua menempati posisi yang lebih penting dari bagian pertama. Diantaranya yaitu: sedangkan, tetapi, melainkan, akan tetapi, padahal, sebaliknya, namun.
Misal:
  • Tempat ini sebenarnya sangat indah namun tidak terawat.
  • Dia sangat berbakat dalam bermain musik tetapi dia tidak berminat untuk mengembangkan bakatnya.

3. Contoh Kata Penghubung Pilihan (Konjungsi Disjungtif)

Sebuah kata penghubung yang bertujuan untuk menggabungkan dua unsur bahasa yang sederajat dan berguna untuk membuat sebuah pilihan dengan tujuan untuk dipilih. Contohnya ialah: atau, ataupun, maupun.
Misal:
  • Kamu mau permen rasa coklat atau rasa vanila?
  • Tiket kereta api dapat dibeli melalui loket yang tersedia ataupun secara online.

4. Contoh Kata Penghubung Waktu (Konjungsi Temporal)

bertujuan untuk menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa. Biasanya sering dipakai untuk menjelaskan hubungan yang sederajat ataupun tidak sederajat. Contoh: apabila, bilamana, hingga, sejak, selama, sementara, saat, ketika, bila, sambil, sebelum, sampai, demi, sedari, seraya, waktu, setelah, semenjak, sesudah, dan tatkala.
Adapun contoh konjungsi temporal yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat. Kata-kata yang umumnya digunakan untuk menyatakan hubungan ini adalah seperti: sebelumnya dan sesudahnya.
Misal:
  • Dia tidak pernah datang ke sini lagi semenjak dia sakit.
  • Dia langsung beristirahat setelah periksa ke dokter.

5. Contoh Kata Penghubung Tujuan (Konjungsi Final)

Kata penghubung tujuan atau konjungsi final ini semacam konjungsi modalitas yang digunakan untuk menyatakan sebuah maksud dan tujuan terhadap suatu peristiwa ataupun tindakan. Contohnya yakni seperti: guna, untuk, supaya, dan agar.
Misal:
  • Dia selalu giat belajar untuk menggapai cita-citanya.
  • Mereka berlatih voli setiap hari supaya bisa lolos masuk final.

6. Contoh Kata Penghubung Sebab (Konjungsi Kausalitas)

Dipakai dalam menjelaskan tentang suatu peristiwa dapat terjadi karena adanya suatu sebab tertentu. Jika anak kalimat ditandai dengan konjungsi sebab, maka induk kalimat merupakan akibatnya. Kata-kata yang digunakan untuk menyatakan hubungan sebab ini meliputi : sebab, karena, sebab itu, dan karena itu.
Misal:
  • Fania sangat kecapekan sebab kurang tidur.
  • Kecelakaan itu terjadi karena berawal dari kelalaian sang supir.

7. Contoh Kata Penghubung Akibat (Konjungsi Konsekutif)

Konjungsi konsekutif merupakan kata sambung yang menerangkan tentang suatu peristiwa dapat terjadi karena adanya suatu akibat tertentu. Dalam hal ini anak kalimat ditandai konjungsi yang menyatakan akibat, sedangkan peristiwanya dinyatakan dalam induk kalimat. Diantaranya ialah: sampai, sehingga, akibatnya.
Misal:
  • Deni terlalu banyak makan sampai perutnya kekenyangan.
  • Dia terus bekerja sampai lupa untuk beristirahat, akibatnya sekarang dia jatuh sakit.

8. Contoh Kata Penghubung Syarat (Konjungsi Kondisional)

Jenis kata hubung yang menyatakan bahwa suatu kejadian tersebut dapat terjadi apabila syarat-syaratnya telah terpenuhi. Contoh kata hubung yang sering dipakai ialah apabila, jika, jikalau, kalau.
Misal:
  • Kita pasti bisa menyelesaikan masalah ini apabila kita terus bekerja sama.
  • Ibu akan memberi adik sebuah hadiah kalau mendapatkan ranking 10 besar di kelasnya.

9. Contoh Kata Penghubung Tak Bersyarat

Kata sambung yang dipakai untuk menyatakan bahwa suatu kejadian dapat terjadi tanpa harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Contohnya ialah: biarpun, meskipun, walaupun.
Misal:
  • Dia tetap pergi ke sekolah meskipun dia sedang sakit.
  • Aku akan terus mengejar impianku walaupun banyak rintangan yang harus kulewati.

10. Contoh Kata Penghubung Perbandingan

Yaitu konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan dua hal namun dengan tujuan untuk membandingkannya. Diantaranya yakni: bagai, bagaikan, sebagai, seperti, layaknya, ibarat.
Misal:
  • Dia sangat cantik bagaikan bidadari.
  • Dia sangat berwibawa layaknya seorang raja.

11. Contoh Kata Penghubung Korelatif

Menghubungkan dua unsur kalimat yang mempunyai suatu hubungan sedemikian rupa sehingga bagian yang satu langsung mempengaruhi ataupun melengkapi bagian yang lain. Contoh: semakin...semakin, sedemikian rupa...sehingga, bukan hanya...melainkan, tidak hanya...tetapi juga, baik...maupun, apakah...atau.
Misal:
  • Semakin kita berusaha maka semakin dekat kita bisa meraih impian kita.
  • Baik kaya maupun miskin, semuanya terlihat sama di mata tuhan.

12. Contoh Kata Penghubung Penegas (Konjungsi intensifikasi) 

Kata hubung yang dipakai untuk memperjelas atau memperkuat sebuah bagian kalimat sebelumnya. Contoh: bahkan, yaitu, yakni, apalagi, misalnya, ringkasnya.
Misal:
  • Dia sangat kaya bahkan kekayaannya setara dengan seorang milyuner.
  • Fina sering berkunjung ke rumah nenek apalagi saat liburan.

13. Contoh Kata Penghubung Penjelas (Konjungsi Penerang)

Konjungsi penerang berfungsi untuk menghubungkan kalimat sebelumnya supaya menjadi lebih detail. Contohnya yaitu: bahwa.
Misal:
  • Dia sudah berjanji kepadaku bahwa dia pasti datang kemari.
  • Sebenarnya kami sudah mengetahui bahwa dia adalah dalang dibalik semua ini.

14. Contoh Kata Penghubung Pembenaran (Konjungsi Konsesif)

kata hubung yang berguna untuk menghubungkan dua hal dengan tujuan untuk membenarkan suatu hal sekaligus untuk menolak hal lainnya. Pembenaran ini dinyatakan dalam induk kalimat, sementara penolakannya dinyatakan dalam anak kalimat yang diawali dengan kata konjungsi ini. Contoh: meskipun, walaupun, biarpun.
Misal:
  • Mereka tetap bersikeras untuk tetap berlatih voli meskipun tidak ada peluang untuk menang.
  • Mereka tetap tabah walaupun sedang tertimpa musibah.
 

15. Contoh Kata Penghubung Urutan (Konjungsi) 

Sering dipakai untuk menjelaskan urutan pada suatu hal. Diantaranya seperti berikut: sebelum, sesudah, setelah, setelah itu, selanjutnya, kemudian, lalu.
Misal:
  • Jangan lupa cuci tanganmu sebelum makan.
  • Tekan tombol power pada remot, setelah itu tunggu beberapa saat hingga layar tv dapat tampil sepenuhnya.

16. Contoh Kata Penghubung Pembatas (Konjungsi) 

Digunakan untuk menyatakan suatu batasan terhadap suatu hal atau sampai batas mana hal tersebut dapat dilakukan. Contoh: selain, asal, asalkan, kecuali.
Misal:
  • Semua siswa diharapkan untuk mengikuti kompetisi kecuali bagi yang tidak berminat.
  • Kalian hanya boleh bergabung di grup ini asalkan bisa lulus dari seleksi.

Sekian informasi lengkap tentang Macam Macam Contoh Kata Penghubung (Konjungsi) Dalam Bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.

Comments