Pengertian, Kelebihan Dan Kekurangan Jaringan Client Server

No Comment Friday, August 07, 2020

Pengertian Jaringan Client Server

Client Server alias Client and Server adalah sebuah sistem jaringan yang terdiri dari Client dan Server. Arti dari Client adalah perangkat yang menjadi si pemakai layanan yang telah disediakan oleh komputer Server. Sedangkan Server adalah perangkat yang bertugas sebagai penyedia layanan dibutuhkan oleh komputer Client.

Layanan yang dapat disediakan oleh Server ataupun dipakai oleh Client sangatlah beragam, mulai dari data seperti file dan software maupun sumber daya hardware lainnya seperti Printer dan CCTV.

Baca juga:

Contoh Gambar Sistem Jaringan Client Server

Pengertian, Kelebihan Dan Kekurangan Jaringan Client Server

Kelebihan Dan Kekurangan Jaringan Client Server

A. Kelebihan Jaringan Client Server

1. Memiliki Sistem Keamanan Yang Lebih Baik
Dengan kemampuan yang dimiliki oleh Server yaitu dapat mengontrol semua data clientnya, maka server bisa memberikan batasan akses tertentu pada setiap Clientnya supaya tidak melakukan hal yang diluar batas aksesnya, jadi komputer Client hanya bisa mengakses data yang telah ditentukan oleh Server saja.

2. Server Sebagai Pusat Kontrol Akses Layanan
Dengan adanya server pada suatu jaringan maka seluruh aktifitas lalu lintas dan kontrol untuk akses resource serta semua data hanya bisa diatur oleh komputer Server, dengan begitu sistem jaringan tersebut dapat dengan mudah untuk dikendalikan dan tidak terpengaruh dari tindakan client yang memang tidak memiliki hak akses.

3. Backup Data Terpusat Pada Server
Selain bertugas untuk mengontrol seluruh aktifitas lalu lintas jaringan dan akses data, Server juga bisa melakukan Back up atau pencadangan data pada seluruh komputer client yang terhubung guna menghindari terjadinya kehilangan data apabila ada gangguan seperti kerusakan hardisk dan lainnya.

B. Kekurangan Jaringan Client Server

1. Server Mempengaruhi Semua Aktifitas Jaringan
Karena Server yang bekerja pemegang kendali penuh atas semua akses pada komputer Client maka diperlukan setidaknya dua komputer Server guna mengindari terjadinya lalu lintas jaringan yang lumpuh akibat kegagalan server.

Sebab jika menggunakan single atau satu komputer server maka tidak ada lagi server cadangan yang dapat dipakai sebagai pusat manajemen jaringan, dan apabila server tunggal tersebut mengalami kerusakan atau crash maka seluruh lalu lintas jaringan tersebut akan lumpuh dan inilah yang disebut dengan Single Point Of Failure (SPOF), sehingga mau tidak mau harus menunggu server tersebut pulih kembali agar dapat menggunakan jaringan itu lagi.

2. Membutuhkan Komputer Dengan Spesifikasi Khusus
Untuk menerapkan sistem jaringan Client Server maka tentunya kita membutuhkan sebuah perangkat komputer dengan spesifikasi hardware dan software yang lebih tinggi dari komputer Client untuk dijadikan sebagai Server.

Komputer Server akan bekerja lebih keras jika dibandingkan dengan komputer Client, karena Server bertugas sebagai pemegang pusat kontrol akses semua layanan client. Jadi mau tidak mau kita harus mengeluarkan biaya yang besar untuk membuat dan mengelolah Server.

Comments